- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Cianjur Jadi Pusat Penggerak Ketahanan Pangan Nasional melalui KDKMP

Keterangan Gambar : Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Panel Barus dan jajaran, Sekda Ahmaf Rifa'i Azhari dan Kepala Dinas Diskumdagin Cianjur Dedi Supriyadi, saat giat loka karya.
Pinusnews.id - Kementerian Koperasi dan UKM RI mendorong Kabupaten Cianjur menjadi pusat penggerak ketahanan pangan nasional, melalui penguatan jejaring Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan lokakarya nasional selama tiga hari, yang fokus pada kolaborasi antar koperasi berbasis sektor pertanian dan pangan.
Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kemenkop RI, Panel Barus, menjelaskan bahwa Cianjur dipilih sebagai lokasi pilot project karena rekam jejaknya yang kuat sebagai sentra beras unggulan, sekaligus contoh keberhasilan koperasi lokal dalam mengelola bisnis pertanian terpadu.
Baca Lainnya :
- Plt. Bupati Cianjur Berikan Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
"Lokakarya ini menjadi momentum penting bagi koperasi desa untuk membangun kemandirian ekonomi," ujarnya.
Nilai transaksi komoditas beras antara KDKMP, Bulog, Niaga Mukti, dan antar koperasi mencapai Rp26,4 miliar. "Jejaring ini adalah aset berharga untuk membesarkan usaha koperasi," tambah Panel.
Dalam kegiatan itu, Kemenkop RI juga memfasilitasi penandatanganan tiga nota kesepahaman (MoU) antara 30 KDKMP dengan Koperasi Niaga Mukti, Bulog, dan SPBG.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai Azhari, menyambut baik langkah Kemenkop RI dan menilai program ini membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi lokal.
"Cianjur berpotensi menjadi model pengembangan ekonomi koperasi berbasis desa," kata Rifai.
Program ini juga dikaitkan dengan visi Presiden RI melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan di Kecamatan Cipanas. (dens).











