- Disdikpora Cianjur Membangun SD Negeri Hegarsari lewat Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026
- Bapperida Cianjur Perkuat Bukti Dukung Inovasi demi Reformasi Birokrasi yang Lebih Baik
- Provinsi Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah Sampai ke Desa
- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
BPBD Cianjur Siagakan Ratusan Retana Antisipasi Bencana di Bulan Ramadhan

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya.
Pinusnews.id - Relawan Tangguh Bencana (Retana) disiagakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, untuk mengantisipasi terjadinya bencana di bulan Ramadhan 1446 H.
Saat ini jumlah Retana di Kabupaten Cianjur sebanyak 1.800 orang, mereka tersebar di 360 desa dan kelurahan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmana Wijaya mengatakan, Retana selalu siap siaga menghadapi bencana meski tengah menjalani ibadah puasa.
Baca Lainnya :
- UMK 2021 di Cianjur tak Naik, Ini Penyebabnya
- Heboh, Ada Mayat Lelaki Tanpa Identitas Tergeletak di Sungai Cigombong
- Buruh Cianjur Kecewa, Hasil Audensi tak Menemukan Titik Temu
- UMK 2021 Tak Naik, Ribuan Buruh di Cianjur Unjuk Rasa
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
Keberadaan Retana nantinya difungsikan sebagai kepanjangtanganan BPBD yang pertama menangani bencana.
"Untuk personil BPBD tidak hanya bulan Ramadhan saja, setiap saat kami siap 24 jam menangani. Kalaupun tidak ada petugas BPBD, disetiap desa siaga 5 orang Retana yang kami tugaskan, untuk melakukan penanganan atau pertolongan pertama," kata Asep, Minggu 2 Februari 2025.
Asep menyebut, kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Cianjur perlu dilakukan, sebab BMKG memprediksi di Indonesia khususnya Kabupaten Cianjur, mengalami cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Dia pun mengimbau, warga senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
"Kami mengimbau kepada warga masyarakat agar senantiasa waspada terutama saat terjadinya hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir," ungkapnya.
Asep juga menyarankan, masyarakat memotong ranting atau batang pohon di masing-masing lingkungannya, dengan kondisi yang berpotensi menjadi pemicu terjadinya bencana.
"Saya menyarankan kepada masyarakat, apabila ada pohon yang tinggi dekat dengan rumah dan diperkirakan membahayakan, kalau bisa dipotong. Jangan sampai melebihi dari atap rumah atau bangunan," tandasnya. (dens).











