- Bapenda Cianjur Perkuat Evaluasi PAD demi Pembangunan yang Lebih Maju
- Bupati dan BAZNAS Cianjur Hadir Cepat, Salurkan Bantuan untuk Penyintas Kebakaran di Cilaku
- Disdikpora Cianjur Membangun SD Negeri Hegarsari lewat Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026
- Bapperida Cianjur Perkuat Bukti Dukung Inovasi demi Reformasi Birokrasi yang Lebih Baik
- Provinsi Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah Sampai ke Desa
- Kotak Amal BAZNAS Cianjur: Sedekah Kecil, Manfaat Besar untuk Sesama
- Dinas Pertanian Cianjur Perkuat Hilirisasi Produk Unggulan Daerah Bersama BRIN
- Pemerintah Cianjur Diperintahkan Hadir Lebih Dekat untuk Warga Terdampak Bencana
- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
Bey Ajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Wujudkan Swasembada Pangan di Jabar

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengajak Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk berkolaborasi mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Jabar.
Hal itu disampaikan Bey kepada pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Jabar periode 2024-2029 yang baru dilantik di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Sabtu (14/12/2024).
"Mari bersama berkolaborasi mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Jabar," ucapnya.
Baca Lainnya :
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
Bey menuturkan, sebagai lumbung padi nasional, Jabar memiliki potensi agraris yang sangat besar. Dengan keragaman komoditas pertanian seperti padi, jagung hingga hortikultura, Jabar memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
"Ini modal yang sangat besar yang harus berdampak pada kesejahteraan petani dan swasembada pangan," ujar Bey.
Kendati begitu, Bey menyebut bahwa sektor pertanian Jabar dihadapkan pada berbagai tantangan seperti perubahan iklim, hama dan penyakit serta ketatnya persaingan global.
Karenanya, kehadiran HKTI diharapkan menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
"Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan," tuturnya.
Bey optimistis, DPD HKTI Jabar di pengurusan yang baru membawa semangat baru dalam mewujudkan pertanian yang lebih maju hingga pada akhirnya memberikan manfaat langsung bagi petani di Jabar.
"Saya yakin HKTI Jabar di bawah kepengurusan yang baru ini membawa dampak positif bagi sektor pertanian di Jabar," katanya. (tim-dens).











