- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Bendungan Dauan di Sukaresmi Porak-Poranda Diterjang Banjir, Ratusan Hektar Sawah Terancam Kekeringa

Keterangan Gambar : Bendungan Dauan Batu Masigit (BDBM) di Dusun Cicongkok, Desa Kubang, Sukaresmi, porak-poranda diterjang banjir.
Pinusnews.id - Ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, terancam kekeringan setelah Bendung Dauwan Batu Masigit (BDBM) di Dusun Cicongkok, Desa Kubang, porak-poranda diterjang banjir bandang.
Kerusakan bendung yang menjadi tumpuan utama pengairan dari Sungai Cibeet itu membuat sawah dan lahan sayuran kekurangan pasokan air. Para petani kini kebingungan mengairi lahan mereka yang mengandalkan aliran irigasi dari bendung tersebut.
“Setiap Sungai Cibeet banjir, bendung BDBM selalu jebol. Sudah berkali-kali porak-poranda diterjang luapan air,” ujar Wawan, anggota BPD Kubang yang mewakili Dusun Cicongkok, Jumat (24/10/2025).
Baca Lainnya :
- Plt. Bupati Cianjur Berikan Penghargaan Wajib Pajak Terbaik
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
Meski begitu, semangat para petani tak surut. Mereka bergotong royong memperbaiki bendungan secara manual saat debit air sungai mulai normal, dengan menumpuk karung berisi tanah, bebatuan, dan patok bambu sepanjang 50 meter untuk menahan aliran sungai.
Namun, upaya darurat itu hanya mampu bertahan sementara. Para petani berharap pemerintah segera membangun bendungan permanen berbahan beton yang lebih kokoh terhadap terjangan banjir.
Kepala Desa Kubang, Agus Supiyan Hidayat, membenarkan bahwa bendung BDBM memiliki peran vital dalam mendukung produktivitas pertanian warga.
“Bendung itu mengairi sekitar 200 hektar lahan di dua desa, Kubang dan Sukamahi. Tapi karena kondisinya sering rusak, warga mulai mengeluh,” ujar Agus.
Ia menambahkan, aspirasi masyarakat untuk membangun bendungan permanen sempat diajukan dalam Musyawarah Desa (Musdes) untuk dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2026. Namun, kebutuhan biaya yang mencapai lebih dari Rp500 juta membuat rencana itu belum bisa direalisasikan.
“Kalau mengandalkan dana desa, tentu tidak cukup. Banyak infrastruktur lain di Desa Kubang yang juga membutuhkan perbaikan,” kata Agus.
Kini, harapan petani di kaki Sukaresmi bergantung pada perhatian pemerintah agar bendung BDBM segera dibangun permanen, demi menjaga ketahanan pangan dan penghidupan ratusan keluarga petani di wilayah tersebut. (tim dens).











