- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Audensi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Advokasi Program Prioritas Nasional

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur dengan para pihak terkait usai audensi soal BBPOM di Pendopo Cianjur, pada Rabu 20 Maret 2024.
Pinusnews.id - Melalui kegiatan ini, yakni pelaksanaan program Advokasi Program Prioritas Nasional yang diinisiasi Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Bandung di Kabupaten Cianjur, benar-benar terealisasi sesuai harapan, dan memberi hasil yang signifikan dalam memperbaiki perilaku, dan persepsi masyarakat terkait keamanan pangan, baik saat mengolah pangan, menyajikan maupun ketika mengkonsumsi pangan.
Demikian yang dikemukakan Bupati Cianjur Herman Suherman saat menghadiri acara Advokasi Program Prioritas Nasional Bersama Balai Besar Pengawas Obat Dan Makanan (BBPOM) Bandung, di Pendopo Cianjur Jalan Siti Jenab No. 31 Cianjur, Rabu, 20 Maret 2024. Hadir para kepala OPD terkait, Tim BBPOM Bandung, Para Kepala Pasar, Para Kepala Sekolah Serta para tamu undangan lainnya.
Bupati Cianjur dalam sambutannya menyampaikan, acara itu digelar dalam rangka mensosialisasikan atau memperbaiki perilaku dan persepsi masyarakat terkait keamanan pangan, baik saat mengolah pangan, menyajikan maupun ketika mengkonsumsi pangan di masyarakat.
Baca Lainnya :
- Antisipasi Stunting PPKBP3A Cianjur Lakukan Orientasi TPK
- BI Buka Layanan Kas Keliling untuk Penukaran Uang
- Kini Polres Cianjur Akan Tindak Geng Motor yang Meresahkan
- Pecinta Kucing Antusias Sambut Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis
- Ibang Calon Bupati Cianjur Akan Memasang 100 Ribu Baligho di Seluruh Wilayah Cianjur
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, karena ini sangat penting bagi masyarakat Cianjur, kita tahu bahwa di sekolah-sekolah, pasar-pasar, makanan dan minuman itu banyak sekali, apakah bermutu, higienis dan bermanfaat atau tidak, semoga saja dengan program ini kita akan tahu dan beritahu juga kepada masyarakat Cianjur, agar masyarakat Cianjur menjadi semakin sehat,” kata Bupati.
Bupati juga menjelaskan, terutama bagi anak-anak sekolah yang saat ini masih dalam pertumbuhan dan masa depan bangsa, ini penting dilakukan edukasi sampai mereka paham betul, yang boleh di makan atau pun yang tidak, sama sama mengawasi orang tua, guru, termasuk juga pemerintahan yang di dalamnya ada Dinas Pendidikan, Dinas Kuperdagin (perdagangan) dan yang lainnya, RT. RW, Kader Posyandu, Kepala Desa, Camat, Para kepala Pasar, dan yang lainnya harus kompak bersama-sama memahami akan hal ini.
Sementara itu, Dwi Kurnia Sari Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar POM Bandung menyampaikan, kegiatan program prioritas nasional salah satunya terkait dengan kegiatan pangan jajanan anak sekolah, itu melakukannya dengan bimtek kader-kader atau komunitas sekolah terkait dengan keamanan pangan, sehingga nanti diharapkan mereka di komunitasnya bisa saling menjaga melindungi dirinya, terhadap pangan jajanan anak sekolah yang tidak bermutu atau bermanfaat, dan tidak aman bagi Kesehatan.
Program itu akan dilakukan bimtek dengan sekolah-sekolah yang ditunjuk dari pemerintah daerah Cianjur.
“Kami lakukan Bimtek pendampingan sampai nanti, ada beberapa tahapan setelah dilakukan advokasi masih ada tahapan, kegiatan lainnya akan kami lanjutkan terus menerus sampai tahun berikutnya,” ungkap Dwi.
Dwi menyampaikan bahwa pangan yang aman itu bebas dari cemaran baik dari cemaran fisika, kimia dan mikrobiologi, tentunya dampaknya untuk Kesehatan anak anak, sangat banyak sekali yang jadi masalah keamanan pangan dan banyak kasus kasus hampir 200 penyakit, yang disebabkan karena konsumsi makanan yang tidak sehat, apalagi ini anak-anak sekolah, mereka adalah generasi kita ke depan yang tentunya dengan jajanan makanan aman bermanfaat dan bermutu untuk mereka.(dens).











