- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Air Laut Asin, Apa Penyebabnya?
Oleh: Octaviani Adhe Putri (Magang)

Keterangan Gambar : Sumber : www.istockphoto.com
pinusnews.id Cianjur- Laut
adalah sebuah perairan asin besar yang dikelilingi secara menyeluruh atau
sebagian oleh daratan. Air laut menutupi 70 persen permukaan bumi dan merupakan
97 persen air di bumi. Tetapi, sumber air yang melimpah ini tidak bisa di
konsumsi begitu saja. Karena mengandung kadar garam yang tinggi.
Dikutip
dari Encyclopaedia Britannica, kandungan rata-rata garam di air laut adalah 35
: 1.000. Meskipun sekilas terdengar tidak banyak, garam di laut mencapai 120
juta ton garam per satu kubik air laut. Sementara itu, ada 1,38 miliar km kubik
air di lautan. Apa alasan dibalik asinnya air laur?
Dikutip
dari kompas.com Air laut asin karena mendapatkan sebagian besar garamnya dari
daratan. Hal ini berkaitan dengan proses siklus air, tepatnya pada proses
presipitasi atau jatuhnya air hujan. Air hujan yang jatuh ke daratan akan
mengakumulasi karbon dioksida dari atmosfer yang menyebabkan air tersebut
sedikit asam.
Baca Lainnya :
- Edwin Nursalam Terpilih Jadi Ketua Pusat HIMAT Periode 2022 - 2024
- Babinsa Desa Cimacan Serap Aspirasi Aksi Unras Para Pedagang di Kawasan Kebun Raya Cibodas
- Dandim 0608/Cianjur Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Anggota
- Bupati Cianjur Terima Peserta Visitasi Kepemimpinan Nasional
- Ini Respon Unang Margana Terhadap Pelantikan Kades Terpilih di Cianjur
Air
tersebut kemudian mengalir di permukaan dan juga di dalam tanah. Aliran
tersebut menyebabkan erosi batuan dan melarutkan garam dan mineral. Garam dan
mineral tersebut akan terbawa menuju ke lautan.
Selama
air belum mencapai laut, air masih bisa diminum walaupun mengandung mineral dan
garam.
Namun,
ketika air sampai di laut, maka air ini sudah tidak bisa diminum.
Air
laut mengalami proses biologis yang menyebabkan kalsium dan mineral lainnya
larut. Mineral tersebut digunakan oleh berbagai organisme di lautan dan hanya
menyisakan garam. Garam inilah yang terakumulasi dan membuat air laut asin.
Selain
itu penelitian Swenson juga mendapati, kadar garam di laut meningkat seiring
tingkat penguapan dan tingkat pembekuan air laut. Sementara itu, kadar gara
menurun karena hujan atau pencairan es dari air laut.
Swenson
mendapati, rata-rata salinitas air laut adalah 35 persen. Di tempat dengan
evaporasi tinggi seperti Laut Merah, salinitas air laut mencapai 40%.
Penulis: Octaviani
Adhe (Magang)











