- Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan
- DPMPTSP Cianjur Siapkan Strategi RUPM untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
- Pemerintah Larang Operator Hilangkan Sisa Kuota Internet Pelanggan
- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
Air Berkumpul dengan Air, Minyak Berkumpul dengan Minyak

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Tan Malaka dalam kutipan ini ingin menggambarkan hukum alam dan sosial bahwa sesuatu cenderung berkumpul dengan yang sejenis.
1. “Air berkumpul dengan air, minyak berkumpul dengan minyak.”
Secara ilmiah, air dan minyak tidak bisa bercampur karena sifatnya yang berbeda. Ini menjadi analogi bahwa dalam kehidupan, individu dengan kesamaan sifat, kepentingan, atau nilai akan cenderung berkumpul.
Baca Lainnya :
- Karena tak Pakai Masker, Puluhan Warga Cugenang Terjaring Razia
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
- Secara Kontinyu, Polsek Campaka Semprotkan Disinfektan di Titik Rawan Penyebaran Covid-19
- Siswa Bisa Sekolah ke Luar Negeri, Ini Program Kautsar Institute Cianjur
- Puluhan Orang Rapid Test di Wana Wisata Pokland
2. “Setiap orang berkumpul dengan jenis dan wataknya.”
Dalam masyarakat, orang dengan pola pikir, karakter, atau tujuan yang mirip cenderung mencari dan membentuk kelompok sendiri. Misalnya, orang yang berpendidikan cenderung nyaman berdiskusi dengan sesama yang berwawasan luas, sementara orang dengan minat tertentu lebih sering berinteraksi dengan mereka yang memiliki ketertarikan yang sama.
Pesan utama dari kutipan ini adalah bahwa manusia secara alami mencari lingkungan yang sesuai dengan dirinya. Namun, ini juga bisa menjadi pengingat bahwa jika ingin berkembang, seseorang perlu memilih lingkungan yang dapat mendukung pertumbuhan diri, bukan hanya yang sekadar nyaman atau sejenis. (Nur Indah).











