- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
9 Siswa MTS Islamiyah Cianjur Diduga Mengalami Keracunan Setelah Menyantap MBG

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Sembilan siswa MTs Islamiyah di Jalan Prof Moch Yamin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (3/9/2025). Insiden bermula ketika para siswa mulai menyantap makanan sekitar pukul 10.00 WIB. Dua jam kemudian, sekitar pukul 12.30 WIB, mereka merasakan gejala mual, muntah, dan pusing.
Saat ini pihak sekolah dan instansi terkait tengah melakukan penanganan serta penyelidikan guna memastikan penyebab keracunan tersebut.
Kepala Sekolah MTS Islamiyah Endang Suryana, mengatakan kejadian bermula ketika sekitar 200 siswa di sekolahnya memakan Makanan Bergizi Gratis sekitar jam 11.00 WIB.
Baca Lainnya :
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
Para siswa memakan menu yang terdiri dari nasi, olahan telur, dan tumis labu. Tapi waktu memakan melon, siswa mengeluh jika rasanya masam.
"Ngeluhnya melon tidak segar, sedikit masam. Sebagian tidak memakan, tapi ada juga yang tetap dimakan," kata Endang, Rabu (3/9/2025).
Menurut Endang, tidak lama kemudian, siswa yang menyantap buah tersebut mengeluhkan pusing dan mual. "Bahkan sampai ada yang muntah-muntah. Kejadiannya masih di jam sekolah, belum pulang," tambahnya.
Kemudian, siswa yang mengalami gejala keracunan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Para guru juga langsung memeriksa kondisi kesehatan siswa lainnya, khawatir jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan bertambah.
"Setalah dicek tidak bertambah. Siswa lainnya langsung dipulangkan," jelasnya.
Endang menjelaskan kejadian tersebut baru terjadi setelah dua bulan MBG berjalan di sekolahnya. "Baru yang pertama terjadi. Ini sudah dua bulan MBG masuk ke sekolah. Banyak siswa yang mengeluh rasa melon sudah masam. Ada yang tidak jadi makan, tapi sebagian tetap dimakan,” katanya kepada wartawan.
Tak lama setelah itu, beberapa siswa mulai mengalami pusing, mual, hingga muntah. “Kejadiannya masih di jam sekolah, belum sempat pulang. Langsung dibawa ke rumah sakit Sayang,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Made Setiawan, menyatakan pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan penanganan dan penelusuran terkait kejadian tersebut.
"Sudah dilakukan penanganan. Untuk sampel makanan dan muntahan juga sudah diambil," kata Made.
Made belum bisa memastikan penyebab keracunan tersebut. "Belum tahu penyebabnya, menunggu dulu hasil uji laboratorium," ungkapnya. (dens).











