- Mewakili Bupati Cianjur, Kabag Kesra Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikalongkulon
- Ruhli Solehudin: Senyum Sehat dari Cianjur, 2.000 Pelajar Diajak Sikat Gigi Bersama
- Efisiensi Anggaran, KDM Berencana Lakukan Penggabungan Sejumlah OPD
- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
Yusman Faisal: Tercatat 700 Kasus BDB, Sebanyak 6 Orang Meninggal

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mewaspadai kembali merebaknya potensi penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, saat ini terpantau mulai terjadi peralihan musim dari kemarau ke hujan.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan, dalam setahun siklus penyebaran DBD diwaspadai terjadi dua kali. Kondisinya terjadi saat peralihan musim dari kemarau ke hujan maupun sebaliknya.
“Pada momen-momen itu biasanya DBD cukup merebak,” kata Yusman, Sabtu, 5 Oktober 2024.
Baca Lainnya :
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Jenazah PMI Tertahan Di Saudi Arabia, LSM FPMI Kirim Surat Ke Presiden Jokowi
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
Tahun ini, lanjut Yusman, kasus pejangkitan DBD di Kabupaten Cianjur relatif cukup tinggi. Data Dinkes setempat, tercatat hampir terjadi 700 kasus.
Dari jumlah itu, angka kematian sebanyak 6 kasus. Tinggi kasus DBD terutama di awal tahun karena saat itu intensitas curah hujan relatif meningkat.
“Yang meninggal akibat DBD tahun ini sebanyak enam orang. Rata-rata pada kelompok umur 7-14 tahun,” jelas dia.
Merebaknya DBD di awal-awal tahun tak hanya terjadi di Kabupaten Cianjur. Kasus pejangkitannya terjadi hampir merata di Jawa Barat.
“Di semua kabupaten dan kota terjadi peningkatan kasus DBD. Kami menduga ada siklus tahunan juga. Ini kemungkinan karena dampak El Nino,” ujarnya.
Yusmanmengimbau masyarakat waspada dengan potensi merebaknya kembali kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. Termasuk penyebaran penyakit lain yang berbasis lingkungan.
“Chikungunya juga perlu diwaspadai. Penyakit ini juga akibat gigitan nyamuk. Meskipun tak sampai menimbulkan kematian, tapi bisa menyebabkan disfungsi tubuh,” pungkasnya. (dens).











