- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
Y.B Mangunwijaya Tokoh Penulis Indonesia

Keterangan Gambar : Salah satu karya tulisan J.B. Mangunwijaya.
pinusnews.id Cianjur- Beliau lahir pada 6 Mei 1929 di Ambararawa, Jawa Tengah. Dan tamat belajar di Institut Filsafat dan Theologi 'Sancti Pauli' Yogyakarta pada tahun 1959. Kemudian beliau menerima Diploma-Ingenieur dari Sekolah Teknik Rhein-Westfalen, Aachen, Jerman tahun 1966. Disamping itu, tokoh penulis ini juga pernah mengikuti Fellowship Aspen Institut for Humanistic Studies di Aspen, Corolado, Amerika Syarikat.
Adapun hasil karya beliau ialah Romo Raherdi, Burung-burung Manyar, Roro Mendut, Ikan-ikan Hiu, Ido, Homa, Balada Becak, Cenduk Duku, Lusi Lindri, dan Burung-burung Rantau. Selain itu kumpulan eseinya ialah Patung-patung Roro Mendut, Di Bawah Bayang-bayang Adikuasa, Menumbuhkan Sikap Religius Anak, Putri Duyung yang Mendamba, Renungan Filsafat Hidup Manusia Modern, dan Esei-esei Orang Republik. Bukunya yang lain ialah Pasal Penghantar Fisikal Bangunan, Wasrucitra, Estetika Arsitektural dan Teknologi dan Dampak Kebudayaan I dan II, selaku editor pada tahun 1983 hingga tahun 1985.
Novelnya yang paling banyak mendapat perhatian ialah Burung-burung Manyar. Novel ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang, Arasi no Naka no Manyar pada tahun 1987, bahasa Belanda, Het Boek van de Weverogel tahun 1987, dan bahasa Inggris, The Weaverbirds pada tahun 1991.
Baca Lainnya :
- Presiden Joko Widodo Bertandang ke Istana Laeken, Brussels
- Kepala BNPB : 8 Korban Belum Ditemukan, Kondisi Logistik Menipis
- Kadis Perkim Cianjur Terima Kunjungan Komisi C DPRD
- Kadiskoperindagin Dampingi Bupati Survei Harga Komoditas di Pasar
- Babinsa Masuk Dapur Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Y.B Mangunwijaya menerima beberapa anugerah. Diantaranya hadiah hiburan Sayembara Kincir Emas Radio Nederland Wereldomroep pada tahun 1975 melalui cerpennya 'Kapten Tahir.' Hadiah Sastra Dewan Kesenian Jakarta tahun 1982 melalui kumpulan eseinya, Sastra dan Religiositas dan novelnya, Burung-burung Manyar pada tahun 1981 pun memenangi Hadiah Sastra ASEAN pada tahun 1983. (Habidah Hj Nordin-Sejaran dan Peristiwa).











