- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
- 1.546 Rumah Layak Huni, Harapan Baru Warga Cianjur
- Rekrutmen Planet Ban di Cianjur Dijadwalkan Ulang, Simak Jadwal Terbarunya
- Pelayanan Dekat, Aspirasi Terdengar: Bupati Cianjur Hadir di Rembug Warga Desa Cidadap
- Disnakertrans Cianjur Buka 14 Pelatihan Gratis untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
- BAZNAS Bangun Rumah Layak Huni untuk Lim dan Solihin, Tempat Pulang yang Lebih Nyaman
- Hiring Day Cianjur Buka Peluang Kerja, Disnakertrans Perkuat Penempatan Pencari Kerja
- Ketua PSI Cianjur Minta Membaca Putusan MK dengan Utuh, Menjaga Politik Tetap Jernih
- DTPHP Cianjur Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi, Serapan NPK Tembus 61 Persen
Presiden Prabowo: Bangsa Maju Dibangun dengan Fakta, Sains, dan Keberanian Hadapi Realitas

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan 150 periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis, 6 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Cahyo
Pinusnews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan dan kebangkitan bangsa harus berlandaskan pada fakta, realitas, serta pendekatan ilmiah. Dalam pertemuannya dengan para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk membangun budaya kepemimpinan yang berpijak pada fakta.
“Saya terutama mengajak tim saya dan saudara-saudara sekalian kalau saya memimpin, saya sukanya itu memimpin dengan fakta, facts, realita dengan keadaan yang sebenarnya. Kadang-kadang fakta itu ya tidak enak, kadang-kadang melihat realita itu tidak enak, terus terang saja,” ucap Presiden.
Presiden menuturkan bahwa keberanian menghadapi fakta, meskipun terkadang tidak menyenangkan, merupakan langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat. Menurut Kepal Negara, suatu bangsa tidak akan mampu maju apabila terus mengeluh atau mencari pihak yang dipersalahkan tanpa melakukan evaluasi.
Baca Lainnya :
- Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembacokan Warga di Warungkondang
- Indahnya Berbagi Rezeki Bagi Keluarga H. Iva Vaiz
- Sosialisasi 4 Pilar Bersama Kapolres Cianjur
- Cianjur Kini Ada Aplikasi Layanan Pelanggan New PLN Mobile
- KPU Tetapkan Pasangan Calon Terpilih Bupati dan Wakil Bupati Cianjur
“Satu yang saya bilang, jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, karena itu tidak akan membantu,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa penguasaan sains dan teknologi menjadi salah satu kunci utama dalam membangun daya saing bangsa. Presiden meyakini Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
“Jadi kita sebetulnya bahan bakunya banyak sekali, tapi ya apapun yang kita punya harus, saudara-saudara saintis kan, harus dicari, dibina, diberi kesempatan, dibesarkan, didukung melalui suatu proses,” lanjutnya.
Presiden menekankan bahwa cita-cita para pendiri bangsa untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur dapat dicapai melalui pendekatan yang rasional dan berbasis ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Presiden pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan fakta, sains, dan matematika sebagai landasan dalam mencari solusi atas berbagai tantangan bangsa.
“Kalau kita mendekati dengan cara saintifik, cara rasional, jangan dengan cara lain daripada rasional ya. Nanti kita akan keliru, rasional, science, mathematics, reality. Reality is science, reality is mathematics. Ya kalau kita mendekati dengan pola lain itu sudah masuk ke ranah lain, fakta. Nah jadi kadang-kadang fakta menyakitkan,” kata Presiden.
Arahan Presiden Prabowo tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat budaya pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) sekaligus menjadikan riset, inovasi, dan penguasaan sains sebagai motor penggerak pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (tim dens).











