- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
Pemkot Bandung dan Melbourne Australia Gelar Food Waste Challenge 2025

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemkot Melbourne Australia berkolaborasi mengembangkan solusi untuk masalah sampah makanan yang terukur dan dapat diimplementasikan dengan baik secara lokal maupun global.
Atas hal tersebut kedua instansi ini menggelar Melbourne - Bandung Food Waste Challenge 2025. Kegiatan ini sebagai salah satu implementasi tindak lanjut kerja sama yang tertuang pada Memorandum Of Understanding (MoU) pada bulan April 2024.
Melbourne - Bandung Food Waste Challenge 2025 sebuah inovasi yang didesain untuk menangani masalah sampah makanan dengan memanfaatkan kreativitas dari masyarakat Bandung dan Melbourne.
Baca Lainnya :
- Heboh, Ada Mayat Lelaki Tanpa Identitas Tergeletak di Sungai Cigombong
- Buruh Cianjur Kecewa, Hasil Audensi tak Menemukan Titik Temu
- UMK 2021 Tak Naik, Ribuan Buruh di Cianjur Unjuk Rasa
- Sebanyak 7.978 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Jabar
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
Kegiatan ini pun dilaksanakan secara bersamaan dengan diluncurkan di Kota Melbourne pada 26 Februari 2025.
“Kota Bandung merasa bangga menjadi mitra pemerintah kota Melbourne dalam mencapai zero food waste. Sebagai kota metropolitan, Bandung dan Melbourne sama-sama memiliki permasalahan sampah makanan,” kata Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Iskandar Zulkarnain pada Launching Melbourne - Bandung Food Waste Challenge 2025, di Auditorium Balai Kota Bandung, Rabu (26/2/2025).
Ia mengungkapkan, statistik menunjukkan, Indonesia merupakan produsen sampah makanan terbesar kedua di dunia, sekitar 13 juta ton sampah makanan terbuang setiap tahun.
Iskandar mengungkapkan, nilai makanan yang terbuang mencapai 5 persen dari produk domestik bruto. Sementara di Australia, sampah makanan yang terbuang senilai 3,36 miliar dollar australia.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup tahun 2022, di Kota Bandung, dari sekitar 1.500 ton sampah harian, 44,5 persennya adalah sampah makanan atau setara 667,5 ton per hari.
“Hari ini kita tidak hanya membicarakan masalah tetapi solusi. ‘Melbourne - Bandung Food Waste Challenge 2025’ adalah wujud nyata kolaborasi antar dua negara sahabat yang bertujuan menemukan solusi inovatif dan praktis mengatasi persoalan sampah makanan,” ucapnya.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga mahasiswa, pelaku usaha, peneliti, start-up, dan masyarakat umum. ultimate goals-nya adalah zero food waste.
“Berkaca dari Kota Melbourne, ada gerakan yang namanya ‘Garbage Butler’ atau ‘pelayan sampah’, yang mana pegiat dan komunitas sepeda mengumpulkan sampah fogo (food and garden organics) dari restoran – restoran di sana,” ujarnya.
“Secara karakteristik kotanya, Melbourne dan Bandung memiliki kesamaan, yakni banyak hotel dan restoran yang menghasilkan sampah makanan setiap harinya. melbourne bahkan pernah tercatat sebagai kota tertinggi penghasil sampah makanan di Australia,” katanya.
Melalui kompetisi ini, lanjut Zul, diupayakan mendorong inovasi di tiga sektor utama yaitu hospitality (katering), pasar, dan maskapai penerbangan.
Ketiga sektor ini memiliki kontribusi besar dalam menghasilkan sampah makanan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari solusi.
“Misalnya, di sektor katering kita bisa mengembangkan sistem pengelolaan makanan sisa yang lebih efisien. Di pasar, kita bisa memanfaatkan teknologi untuk mendistribusikan makanan yang masih layak konsumsi kepada yang membutuhkan. Di maskapai penerbangan, kita bisa mengurangi food waste dengan sistem pemesanan makanan yang lebih presisi,” ucapnya.
Sebagai informasi, adapun peserta challenge yaitu masyarakat Kota Bandung dan Melbourne, baik mahasiswa, pelaku usaha, peneliti, startups, memiliki solusi inovatif yang berkomitmen pada keberlanjutan.
Para peserta akan bekerja sama dalam tim untuk mengembangkan solusi inovatif dalam tema pengurangan sampah di sumbernya, redistribusi pangan, daur ulang dan ekonomi sirkular serta pendidikan masyarakat.
Pendaftaran untuk kegiatan ini telah dibuka sejak tanggal 3 Februari - 14 Maret 2025. Selama 8-10 minggu, tim akan mengikuti lokakarya, pendampingan dari pakar industri dan mengembangkan prototipe dalam mengatasi limbah makanan. (UPI-dens).











