- Mewakili Bupati Cianjur, Kabag Kesra Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikalongkulon
- Ruhli Solehudin: Senyum Sehat dari Cianjur, 2.000 Pelajar Diajak Sikat Gigi Bersama
- Efisiensi Anggaran, KDM Berencana Lakukan Penggabungan Sejumlah OPD
- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
Nilai APBD Cianjur Secara Global sebesar 4,7 Triliun.

Keterangan Gambar : Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat.
Pinusnews.id - Upaya untuk Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 Kabupaten Cianjur, sampai dengan 31 Juli 2024 baru terserap 46,68 persen untuk belanja daerah dalam APBD secara Global 4,7 triliun.
Perihal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur, Ricky Ardhi Hikmat, kepada wartawan. belum lama ini.
"Sementara untuk realisasi pendapatan daerah sudah mencapai 54,42 persen," kata ricky
Baca Lainnya :
- Launching Pemimpin Media Online pikirancianjur.com dengan Awak Media.
- Puluhan Orang Rapid Test di Wana Wisata Pokland
- Cegah Penularan Covid-19, Polsek Campaka Cianjur Gelar Ops Yustisi
- Mesin Crusher Buatan PT. BUKIT NAGA MAS, Meringankan Beban Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa
- KPI, Karang Taruna dan Apdesi Cianjur Ajak Gerakan Tanam Pohon
Selain itu Ricky menjelaskan, berdasarkan data yang diterima hingga periode 31 Juli 2024, realisasi serapan belanja dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baru mencapai 46,68 persen.
"Diantaranya untuk belanja operasi, belanja pegawai, barang dan jasa, hibah, belanja modal dan bankeu," imbuh Ricky.
Ricky juga membeberkan bahwa realisasi serapan 46,68 persen tersebut masih dalam status wajar, mengingat sekarang ini baru pertengahan tahun.
Terkait hal itu, Ricky mengaku optimis bahwa penyerapan anggaran bisa optimal pada semester akhir nanti.
"Saya berharap program yang telah dianggarkan dapat terserap secara maksimal dan tidak menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa)," pungkasnya. (dens).











