- Zmart BAZNAS Cianjur: Mengukir Kemandirian Ekonomi Mustahik Melalui Warung Shara Yuliana
- Lebih Mudah, Bayar Pajak Kendaraan Bermotor Cukup STNK Tanpa KTP Pemilik Pertama
- Presiden Prabowo Pastikan Indonesia Siap Hadapi Krisis Energi di Tengah Ketidakpastian Dunia
- Respons Disnakertrans Cianjur: WFH Fleksibel untuk Penghematan Energi di Perusahaan Swasta.
- Penguatan Edukasi Imunisasi: Kinerja Apik Dinas Kesehatan Cianjur demi Kesehatan Warga
- Pelepasan Penuh Makna: Dedikasi Yajid Ahmad dan Komitmen BKPSDM Cianjur untuk Aparatur Unggul
- Monolog Budaya dan Peran Pers dalam Menguatkan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal di Cianjur
- Seleksi Calon Ketua BAZNAS Cianjur 2026-2031: Langkah Menuju Kepemimpinan Profesional
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Pohon Tumbang Tak Ganggu Aliran Air Bersih untuk Pelanggan
- Kunjungan Takziah Sekda Cianjur dan Kabag Kesra: Simbol Empati Pemerintah di Tengah Musibah
Menteri Sosial Beri Penghargaan Perusahaan yang Pekerjakan Penyandang Disabilitas
Editor: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada 20 perusahaan dan lembaga pemerintah yang secara konsisten memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk bekerja. Perusahaan dan lembaga tersebut adalah mitra kerja Kementerian Sosial melalui Sentra-sentra yang memberikan program rehabilitasi sosial bagi para penyandang disabilitas.
“Tidak usah ragu menerima penyandang disabilitas. Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Mensos kepada para perwakilan perusahaan dan lembaga yang hadir.
Dikatakan Mensos, banyaknya perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas tidak lepas dari pemberdayaan yang dilakukan oleh Kemensos melalui sentra-sentra yang tersebar di seluruh Indonesia. Para penyandang disabilitas dilatih sesuai dengan minat mereka di Sentra. Kemudian Kemensos menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan agar mempekerjakan penyandang disabilitas sesuai dengan kompetensinya serta sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Baca Lainnya :
- Kasus COVID-19 Melonjak Lagi, Yuk Segera Vaksinasi, Gratis!
- Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Ridwan Mansyur sebagai Hakim Konstitusi
- STAI Al-Azhary adalah Rumah Kita Bersama
- Pembinaan dan Sapa Guru Se- Kabupaten Cianjur, Bupati: Anak Didik Penerus Pemimpin Masa Depan
- Apel Siaga Hadapi Bencana Alam di Wilayah Kodim 0608/Cianjur
Selain itu perusahaan melakukan seleksi secara fair sesuai dengan standar perusahaan, sehingga diserapnya penyandang disabilitas perusahaan bukan karena kasihan tetapi karena kompetensi penyandang disabilitas dan kebutuhan perusahaan.
“Kita latih di sentra-sentra kita sesuai dengan pilihan mereka tertarik di bidang apa. Ada yang bengkel,” ungkapnya.
Mensos mengatakan, penyandang disabilitas yang dikatakan memiliki kekurangan, sebenarnya pasti memiliki kelebihan. "Tuhan memberikan sesuatu ada kekurangan tetapi pasti seseorang itu ada kelebihannya. Tugas kita mencari dan mengembangkan kelebihan itu," ujar Mensos.
Sementara itu, 20 perusahaan/lembaga yang diberi penghargaan adalah PT. Yasulor Indonesia, PT. Yamaha Music Indonesia, PT. Omron, PT. Federal International Finance, PT. Intan Pertiwi Tangerang, Bank Permata Jakarta, PT. APIX Printing Jakarta, MM Motor Jakarta, PT. Sampack Unggul Jakarta, Procurement & Logistic Operation Divison - Kantor Pusat BRI, Halo BCA Foresta BSD Tangerang, PT. DNP Indonesia, Departemen Pengelolaan Logistik dan Fasilitas Bank Indonesia, PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang Jakarta, PT. Redi Print Jakarta, PT. Edgar Printing Jakarta, PT. Tridaya Artaguna Santara, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Exim Bank, dan PT. PEMI AW.
Salah satu penyandang disabilitas yang direkrut oleh perusahaan, Muhammmad Nasrun (27), mengatakan saat ini ia bekerja di salah satu perusahaan printing. Sehari-hari, ia mengerjakan desain dan setting film serta membuat art work yang akan diserahkan kepada pelanggan. Penyandang disabilitas fisik asal Lombok adalah alumni Sentra Terpadu Inten Soeweno di Cibinong. Saat ini, pria yang akrab disapa Nasrun ini sudah memiliki penghasilan tetap.
“Saat ini penghasilan saya sudah Rp 4 juta, di luar itu saya mendapatkan fasilitas mess, wifi, dan ada juga mesin cuci,” katanya. (Tim).











