- Rekrutmen Planet Ban di Cianjur Dijadwalkan Ulang, Simak Jadwal Terbarunya
- Pelayanan Dekat, Aspirasi Terdengar: Bupati Cianjur Hadir di Rembug Warga Desa Cidadap
- Disnakertrans Cianjur Buka 14 Pelatihan Gratis untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
- BAZNAS Bangun Rumah Layak Huni untuk Lim dan Solihin, Tempat Pulang yang Lebih Nyaman
- Hiring Day Cianjur Buka Peluang Kerja, Disnakertrans Perkuat Penempatan Pencari Kerja
- Ketua PSI Cianjur Minta Membaca Putusan MK dengan Utuh, Menjaga Politik Tetap Jernih
- DTPHP Cianjur Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi, Serapan NPK Tembus 61 Persen
- Kabid SD Disdikpora Cianjur Pimpin Tim Verifikasi Perpanjangan Izin An Nashir Primary School
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Peran Keluarga: Pendampingan Menyeluruh untuk Korban TPPO
- BAZNAS Cianjur Salurkan Bantuan dalam Acara Rembug Warga di Sukanagara
Lonjakan Signifikan, Kasus Narkotika dan TPPO Paling Menonjol di Cianjur

Keterangan Gambar : Kantor Kejaksaan Negeri Cianjur.
Pinusnews.id - Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur mencatat lonjakan signifikan jumlah perkara pidana yang ditangani sejak awal tahun 2024 hingga pertengahan 2025. Dua perkara yang paling menonjol adalah kasus narkotika dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Cianjur, Prasetya, mengungkapkan bahwa selama tahun 2024, pihaknya menangani 182 kasus narkotika, dan pada Januari hingga Juni 2025 saja, sudah terdapat 68 kasus serupa.
“Jumlah itu cukup tinggi, apalagi ini baru setengah tahun berjalan. Sangat mungkin jumlahnya bertambah seiring proses hukum yang terus berjalan,” ujar Prasetya.
Baca Lainnya :
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
- Laka Tunggal, Mobil Pick Up Terjun Bebas ke Jurang di Naringgul
- Gegerkan Warga, Mayat Laki-laki Tanpa Identitas Ditemukan di Sungai Cikondang Cibeber Cianjur
- BPBD Cianjur : Tebing Pasir atau Hutan Rawan Longsor di Cianjur, Sudah Terakomodir 2021
- Rustiman KPU Cianjur : 99 Persen Masyarakat Tahu 9 Desember Ada Apa?
Tak hanya narkoba, perkara TPPO juga menunjukkan tren mengkhawatirkan. Jika pada 2024 tercatat lima perkara TPPO, maka enam bulan pertama 2025 sudah enam perkara masuk, dengan tiga hingga empat SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) tambahan yang masih dalam tahap penyidikan.
“Artinya, atensi terhadap kasus TPPO semakin besar, baik dari aparat penegak hukum maupun dari masyarakat,” katanya.
Selain dua perkara utama tersebut, Kejari Cianjur juga menangani sejumlah kasus lainnya seperti perkara orang dan harta benda (Oharda): 259 kasus pada 2024, dan 106 kasus hingga Juni 2025.
Kasus keamanan dan ketertiban umum (Kamtibum) serta tindak pidana umum lainnya (TPUL): 181 kasus di 2024, dan 81 kasus hingga pertengahan 2025.
Judi online: 4 kasus di 2024 dan meningkat menjadi 5 kasus dalam paruh pertama 2025.
Untuk perkara pemilu dan pilkada, sepanjang 2024 terdapat 3 kasus yang ditangani. Namun hingga pertengahan 2025, belum ada perkara serupa yang masuk.
Sementara itu, penerapan restorative justice (RJ) atau keadilan restoratif masih minim. Pada 2024, terdapat dua perkara yang diselesaikan lewat jalur damai ini. Hingga pertengahan 2025, baru satu perkara diproses menggunakan pendekatan RJ.
“Kami tetap dorong pendekatan RJ untuk perkara ringan yang memenuhi kriteria sesuai kebijakan Jaksa Agung,” terang Prasetya.
Dalam hal penanganan perkara, Kejari Cianjur juga menekankan pentingnya tahapan pra-penuntutan, di mana jaksa aktif memberikan pendampingan kepada penyidik dari kepolisian, imigrasi, hingga instansi terkait, agar berkas perkara dapat langsung dinyatakan lengkap atau P21.
“Kami ingin meminimalisir berkas yang bolak-balik dengan status B19. Karena itu, koordinasi dan supervisi menjadi kunci,” pungkasnya. (tim-dens).











