- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
Kepala BPBD Cianjur: Puluhan Tempat Wisata Belum Pasang Rambu-rambu Kebencanaan

Keterangan Gambar : Salah satu rambu kewaspadaan bencana yang terpasang di sebuah lokasi di Cianjur.
Pinusnews.id - Puluhan pengelola wisata di Kabupaten Cianjur belum memprioritaskan pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengatakan, tempat wisata wajib memasang rambu-rambu kewaspadaan bencana. Dia mengakui, hingga kini belum 100 persen tempat wisata di Cianjur telah dipasang peringatan bencana itu.
"Tempat-tempat wisata yang dimiliki swasta itu harusnya memasang sendiri rambu-rambu kebencanaan. Untuk yang dikelola pemerintah kami yang pasang," kata Asep, Senin 17 Februari 2025.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 7.978 Personel Pengamanan Pilkada Serentak 2020 di Jabar
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
- Atas Nama KPU Cianjur, PPS Desa Tanjungsari Lantik Anggota KPPS
- Ada Apa? LSM Gagak Unras Kemenag Cianjur
- Aktivis Migran Jabar Sambangi Rumah Pekerja Migran yang Dibuang Majikan dan Mengalami Lumpuh
Pihak pengelola tempat wisata pun bisa meminta bantuan kepada BPBD Cianjur, terkait teknis pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana, termasuk kajian menentukan jalur evakuasi.
"Kalau mau koordinasi menentukan jalur evakuasi dan titik kumpulnya kami bisa," ujarnya.
Asep menyebutkan, pemasangan rambu-rambu kewaspadaan bencana sangat penting dan harus di pasang di tempat wisata, lantaran menjadi petunjuk jalur evakuasi bagi para wisatawan saat terjadinya bencana.
"Sewaktu-waktu terjadi bencana di tempat wisata, para wisatawan tidak bingung untuk menyelamatkan diri atau mengevakuasi, karena sudah ada rambu-rambu tersebut," tegasnya Kepala BPBD Kabupaten Cianjur. (dens).











