- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
Hasil Assement dan Uji Kompetensi Syarat Mutasi-Rotasi Jabatan Eselon II di Cianjur

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Jawa Barat, Mohammad Wahyu Ferdian.
Pinusnews.id - Sebanyak 29 pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, setingkat Eselon ll atau Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama setingkat Kepala Dinas, sedang menunggu mutasi-rotasi setelah mengikuti assesment yang dilaksanakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat, sejak 21 hingga 23 April 2025 lalu.
Adapun asil assesment tersebut bakal menentukan karir pejabat eselon II ke depannya, apakah masih dipakai oleh Bupati yang baru Mohammad Wahyu Ferdian, atau malah dipindahkan dari jabatan semula.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur, Henry Ferdian Martin membenarkan ke 29 JPT telah melaksanakan asesment selama dua hari di Graha Merit Center of Excellence, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Baca Lainnya :
- Logistik Pemilihan Mulai Besok Didistribusikan KPU
- Warga Karangnunggal Cibeber Keluhkan Pemotongan Bantuan Rutilahu, Lalu Ini Jelas Kades
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
- Peringati Hari Aids Sedunia, Puskesmas Sukaluyu Gelar pemeriksaan Triple E untuk Ibu Hamil
"Hasil penilaian assessment tersebut akan diserahkan pada pimpinan daerah atau Bupati, kemudian akan ada tahapan uji kompetensi," terang Henri kepada awak media, Jum'at 25 April 2025.
Semua Kepala Dinas dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Cianjur mengikuti tahapan tersebut. Hasil dari assesment dan uji kompetensi akan digunakan Bupati sebagai pertimbangan dan evaluasi kinerja, sehingga bisa segera dilaksanakan rotasi mutasi jabatan.
"Jadi semua kepala dinas ikut assesment dan uji kompetisi, tinggal kita menunggu hasilnya saja," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, assesment merupakan tindak lanjut Pemkab Cianjur yang didasari kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dalam menentukan rotasi dan mutasi pejabat.
"Pejabat eselon II dan setingkatnya wajib mengikuti assesment dan uji kompetensi. Kami sedang menerapkan system merit point di birokrasi Pemkab Cianjur dengan mengikutkan pejabat eselon II melaksanakan asesment yang dilakukan BKD Provinsi Jabar,” ujar Wahyu.
Dari hasil penilaian dari BKD Provinsi Jawa Barat tersebut, nantinya akan dijadikan dasar memutuskan melaksanakan rotasi dan mutasi jabatan eselon II.
“Kita tunggu saja tahapan seluruhnya karena para pejabat tersebut baru selesai mengikuti asessmennya, belum melaksanakan uji kompetensi. Kalau seluruh tahapan selesai dilaksanakan baru hasilnya bisa diketahui dan akan dijadikan dasar untuk melakukan rotasi dan mutasi," imbuh Bupati Wahyu. (tim-dens).











