- Mewakili Bupati Cianjur, Kabag Kesra Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikalongkulon
- Ruhli Solehudin: Senyum Sehat dari Cianjur, 2.000 Pelajar Diajak Sikat Gigi Bersama
- Efisiensi Anggaran, KDM Berencana Lakukan Penggabungan Sejumlah OPD
- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
Debit Air Menyusut, 4 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan

Keterangan Gambar : Irigasi di salah satu kecamatan yang debit airnya tampak menyusut.
Pinusnews.id - Kekeringan berkepanjangan yang melanda Cianjur Selatan telah mengakibatkan menyusutnya drastis debit air di sejumlah irigasi yang melayani empat kecamatan.
Kondisi ini mengancam pasokan air untuk lahan pertanian, membuat para petani dihadapkan pada kesulitan dalam mengairi sawah mereka.
Bubun Burhanudin, seorang warga Kadupandak, mengungkapkan bahwa debit sungai yang semakin kecil berdampak langsung pada berkurangnya aliran air ke irigasi.
Baca Lainnya :
- Warga Benjot Cianjur Unras, Geruduk Kantor Desa
- Miris! Gubuk Reyod Seorang Pejuang Kemerdekaan Warga Cianjur, Riwayatmu Kini
- Aksi Long March Warnai Hari Santri Nasional di Cianjur
- Mobil Carry Hangus Terbakar di SPBU
- Semangat Kebersamaan HSN, Pjs Bupati Cianjur Siap Perangi Penyebarluasan Covid-19
"Airnya sudah tidak mencukupi untuk mengairi padi dan palawija," ujarnya.
Kepala UPTD Pelayanan Infrastruktur Irigasi Wilayah V Sukanagara, MM Kurniawan, membenarkan bahwa kondisi ini sangat memprihatinkan.
"Daerah aliran Sungai Cimanggu dan Cikawung, yang memasok air ke sejumlah daerah irigasi di Kecamatan Kadupandak, mengalami penurunan debit air yang sangat signifikan," jelasnya.
Kurniawan menambahkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi irigasi dan berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini.
"Kami khawatir jika kekeringan terus berlanjut, produksi pertanian di wilayah ini akan terancam," tambahnya. (tim-dens).











