- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
- Syukuran dan Komitmen Disbudpar Cianjur Menumbuhkan Kampung Budaya Padi Pandanwangi
Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur

Keterangan Gambar : Kepala Perum Bulog Kancab Cianjur, Jawa Barat, Muhammad Azwar Fuad.
Pinusnews.id - Di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan banyak keluarga, kabar baik datang dari Kabupaten Cianjur. Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur berhasil menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 11.670.840 kilogram kepada 389.028 jiwa selama periode Juli hingga September 2026. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari ribuan senyum warga yang kini bisa sedikit lebih lega memikirkan kebutuhan pokok mereka.
Seperti kata Kepala Perum Bulog Kancab Cianjur, Muhammad Azwar Fuad, "Setiap penerima manfaat menerima sebanyak 10 kilogram per bulannya. Namun, untuk alokasi Juli, Agustus, dan September penyalurannya disatukan, sehingga setiap penerima mendapatkan 30 kilogram."
Penyaluran bantuan ini menyentuh seluruh pelosok Cianjur, mencakup 32 kecamatan serta 360 desa dan kelurahan. Yang membanggakan, realisasi penyaluran sudah mencapai 100 persen. Ini berarti tidak ada satu pun wilayah yang tertinggal dalam program strategis ini.
Baca Lainnya :
- PMI Cianjur Kirim Relawan ke Lokasi Bencana MamujuÂ
- Kamis, Digelar Vaksinasi di Cianjur, Siapa yang Pertama Divaksin?
- Polisi Bekuk Oknum Pendamping PKH Maling Dana KPM Ratusan Juta Rupiah
- Mantaap, Cianjur Jadi Tuan Rumah HPN 2021
- Aneh, Soal BPNT Warga Dapat Ayam Hidup Bukan Daging Ayam
Bantuan pangan tersebut disalurkan langsung ke tangan penerima manfaat di setiap desa, memastikan bahwa beras benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Azwar Fuad menegaskan, "Untuk realisasi banpang beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 di Kabupaten Cianjur di 32 kecamatan, dan 360 desa serta kelurahan sudah mencapai 100 persen."
Keberhasilan ini tidak diraih sendirian. Bulog Cianjur menggandeng berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan, aparat Kepolisian, hingga TNI. Kolaborasi ini menjadi kunci agar distribusi berjalan lancar dan aman.
"Kami bekerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan pendampingan saat penyaluran," ujar Azwar. Kehadiran aparat tidak hanya menjamin keamanan, tetapi juga memberikan rasa percaya kepada masyarakat bahwa bantuan ini dikelola dengan transparan dan akuntabel.
Tidak hanya menyalurkan, Bulog Cianjur juga berkomitmen untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin, terutama di desa-desa yang telah menerima bantuan. Azwar menjelaskan, "Monitoring dan evaluasi akan lebih dirutinkan, terutama di desa-desa yang telah menerima bantuan."
Langkah ini penting untuk mencegah penyelewengan dan memastikan bahwa bantuan benar-benar dinikmati oleh keluarga yang berhak. Sebelumnya, Bulog Cianjur bahkan mencatat ada sekitar 5.645 kepala keluarga yang tidak lagi menerima bantuan karena perubahan data penerima.
Program bantuan pangan ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Dengan total lebih dari 11 ribu ton beras yang disalurkan, Cianjur mencatatkan diri sebagai salah satu daerah dengan capaian penyaluran terbaik. Ke depan, diharapkan sinergi antara Bulog, pemerintah daerah, dan aparat keamanan terus diperkuat.
Sebagaimana ditegaskan Azwar, pendampingan dan evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk menjaga kualitas penyaluran. Pada akhirnya, yang terpenting adalah bagaimana bantuan ini benar-benar meringankan beban ekonomi keluarga penerima manfaat dan dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari mereka. (dens).










