- Mewakili Bupati Cianjur, Kabag Kesra Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Cikalongkulon
- Ruhli Solehudin: Senyum Sehat dari Cianjur, 2.000 Pelajar Diajak Sikat Gigi Bersama
- Efisiensi Anggaran, KDM Berencana Lakukan Penggabungan Sejumlah OPD
- Diskumdagin Cianjur Tumbuhkembangkan UMKM lewat Hibah Peralatan Usaha
- Di Tengah Abu Krakatau, Doa dan Kemanusiaan BAZNAS Cianjur untuk 5 Pewarta yang Hilang
- Melayani dengan Integritas: PUTR Cianjur Tunjukkan Komitmen Bersih dan Profesional
- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
Bencana Hidrometeorologi Merusak Puluhan Sekolah di Kabupaten Cianjur

Keterangan Gambar : Akibat bencana alam tampak salah satu sekolah terendam banjir.
Pinusnews.id - Puluhan bangunan SD dan SMP di Kabupaten Cianjur terdampak bencana hidrometeorologi yang dipicu cuaca ekstrem. Dari 39 sekolah yang terdata rusak, 7 di antaranya bangunan SMP dan 32 bangunan SD.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin, mengatakan 7 sekolah yang terdampak di antaranya SMPN 1 Agrabinta, SMP Tunas Bangsa Takokak, SMPN 2 Kadupandak, SMPN 2 Takokak, SMPN 2 Haurwangi, dan SMPN 1 Warungkondang.
Kerusakan rata-rata terdapat pada ruangan kelas serta pagar sekolah. Di SMPN 1 Warungkondang misalnya, bencana mengakibatkan pagar sekolah rusak.
Baca Lainnya :
- Masa Pandemi Corona, Ini Kepedulian Sosial Anggota Komisi XI DPR RI Ecky
- Tiga Pemotor Dikejar, Ditendang, Terjadilah Tabrakan
- Perketat Prokes, Polres Cianjur Tak Kendor Razia Masker
- Hidup 10 Tahun Berdempetan dengan Kandang Domba, Relawan Garda Manjur Kirim Bahan untuk Bangun Rumah
- Polsek Agrabinta Dorong Warga Prokes 3M
“Pagarnya roboh karena pohon tumbang,” terang dia.
Meski terdampak bencana, kata Helmi, tetapi pembelajaran tetap dilakukan di ruang kelas. Hanya satu SMP yang menerapkan pembelajaran secara online atau daring.
“Saat ini kan sedang ulangan semester. Khusus SMP 1 Tugas Bangsa Takokak itu dilaksanakan di rumah masing-masing secara online karena ada lima ruangan yang terkena dampak pergerakan tanah,” paparnya.
Sementara itu, Kabid SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Aripin, mengatakan bangunan SD rusak akibat bencana mayoritas berada di selatan Cianjur.
“Terbanyak di Kecamatan Tanggeung, Kadupandak, Pagelaran, Cijati, dan Agrabinta,” kata Aripin.
Mengenai proses belajar mengajar, Aripin sudah memerintahkan para kepala sekolah terlebih dahulu melakukan asesmen. Kemudian mengambil keputusan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan sekolah dan peserta didik.
“Pertama harus diyakinkan dulu keamanan peserta didik. Apabila kondisinya membahayakan disikapi dengan pembelajaran darurat ataupun bila tidak bisa tatap muka melalui metode daring,” pungkasnya.
Bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem terjadi di 15 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Wilayahnya terdiri dari Kecamatan Agrabinta, Campaka, Campakamulya, Cibeber, Cibinong, Cijati, Kadupandak, Leles, Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Sindangbarang, Sukanagara, Takokak, dan Tanggeung.
Bencananya meliputi tanah longsor, pergerakan tanah, banjir, dan angin kencang. (tim).











